Rabu, 15 Februari 2012

JILBAB SYAR'I VS JILBAB MASA KINI

Hai Nabi ! katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ( Q.S. Al- Ahzab : 59 )


Subhanallah! Membaca senandung Ayat Cinta di atas, sungguh sangat luar biasa akan arti pentingnya sebuah Jilbab (kudung). Ternyata jilbab bukan hanya sekedar berfungsi sebagai penutup aurat, tetapi juga agar kaum Hawa itu mudah dikenal dan tidak diganggu oleh kaum Adam.
Untuk itulah jilbab itu wajib bagi setiap muslimah siapa pun dia, miskin atau kaya, jelek atau cantik, pendek atau tinggi, guru atau siswa, dosen atau mahasiswi, dokter atau pasien. Semuanya wajib bagi yang bernama perempuan.

Namun kenyataan di lapangan justru sangat jauh berbeda. Kalau di era Rasulullah, jilbab berfungsi sebagaimana fungsi yang diterangkan dalam ayat di atas. Inilah yang dikenal dengan Jilbab Syariat.

Tapi saat ini, jilbab justru hanya berfungsi sebagai penutup kepala layaknya fungsi sebuah Topi, hanya dipakai jika hendak keluar rumah. Tak heran jika banyak kasus kriminal yang ditayangkan dilayar kaca banyak yang jadi korban pemerkosaan dan perzinahan adalah para gadis-gadis remaja yang nota benenya mereka adalah seorang muslimah. Itulah yang dikenal dengan Jilbab Maksiat.
Artinya jilbab yang dikenakannya tak memiliki arti apa-apa. Bukan sebagai tanda pengenal bukan pula sebagai pelindung dari gangguan para lelaki. Tetapi justru sebagai pembawa bencana. Naudzubilah min dzalik!

Maraknya Jilbab Maksiat
Asal mula maraknya jilbab gaul alias jilbab maksiat, bersumber dari beberapa faktor. Sebagaimana yang ditulis oleh Abu Al-Ghifari dalam bukunya “Kudung Gaul” mengatakan bahwa munculnya jilbab gaul ini sebagai akibat infiltrasi atau perembesan budaya pakaian barat terhadap generasi muda Islam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebabnya antara lain :

Pertama, maraknya tayangan televisi dan bacaan yang terlalu berkiblat ke mode barat. Faktor inilah yang paling dominan. Betapa tidak, sejak menjamurnya televisi dan tabloid yang saling bersaing mencari pemirsa dan peminatnya, maka mereka dengan menghalalkan segala cara mengumbar mode buka-bukan ala barat yang menyebabkan munculnya peniruan di kalangan generasi muda Islam. ditambah lagi maraknya rental-rental VCD semakin membuat umat muslim terlena dengan dunia.

Kedua, minimnya pengetahuan anak-anak terhadap nilai-nilai Islam. Hal ini terjadi disebabkan dikuranginya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah umum baik di SD, SMP dan SMU bahkan di tingkat Perguruan Tinggi sekali pun. di sisi lain, pendidikan agama di madrasah-madrasah sepulang sekolah formal saat ini tidak efektif karena perhatian anak-anak lebih terfokus pada tayangan televisi.

Ketiga, kegagalan fungsi keluarga sebaga kontrol terhadap gerak dan perilaku remaja sebagai generasi muda Islam. Mereka telah gagal mendidik dan memberikan pendidikan agama yang benar. Parahnya, malah mereka sendirilah yang terbawa arus moderen. dengan berdalih “ikut mode” layaknya para remaja.

Keempat, peran perancang busana yang tidak memahami dengan benar prinsip berpakaian dalam Islam. Sehingga mencoba menjadi “ahli” dalam mendesain pakaian Islam dengan polesan mode yang lagi trend di pasaran. Akibatnya jilbab mengalami perubahan fungsi dan bentuknya. Hingga akhirnya dikenal dengan Trend Kudung Gaul.

Kelima, munculnya para muallaf di kalangan para artis atau artis yang ‘insyaf’ menggunakan kerudung. Artis di era modern tak ubahnya seorang Nabi yang gerak-geriknya serta ucapannya menjadi “teladan” bagi fansnya. ditambah lagi sinetron-sinetron religi yang hanya marak di bulan Ramadhan. Menampilkan cara berkerudung atau berjilbab para pemainnya yang sejatinya mereka adalah pelaku-pelaku maksiat di dunia hiburan. Mereka yang berpakaain ala artis itu dianggap sebagai remaja gaul.

Senin, 06 Februari 2012

Valentine hari kasih yang semu

Valentine hari kasih yang semu

Memasuki bulan februari di Negara islam terbesar (Indonesia) yang berpenduduk ± 220 juta jiwa, mayoritasnya menganut agama islam ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap muslim.
Toko-toko swalayan menyediakan; bunga- bunga berwarna merah, kartu-kartu ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam keyakinan romawi kuno), hotel-hotel dan restoran mewah menyediakan paket valentine, siaran radio dan televisi disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.
Apakah ini tradisi islam? Kalau tidak, kenapa orang yang mengaku dirinya beragama islam ikut merayakannya? Lalu apa solusinya sehingga umat mayoritas tidak mengekor kepada umat minoritas? Uraian berikut mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
- Sejarah hari valentine:
Beberapa referensi menjelaskan bahwa hari valentine adalah hari kasih sayang bangsa romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semenjak 17 abad yang silam, sebagai ungkapan kasih sayang dewa.
Peringatan ini berasal dari sebuah legenda bahwa Romelius pendiri kota Roma disusui oleh seekor serigala sehingga ia tumbuh menjadi orang yang berbadan kuat dan berakal cerdas.
Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bulan Februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut:
"Seekor anjing dan domba disembelih, lalu dipilih dua orang perjaka yang berbadan tegap untuk dilumuri tubuhnya dengan darah anjing dan domba. Setelah dilumuri darah anjing dan domba mereka dimandikan dengan air susu. Lalu diarak keseluruh penjuru kota sambil memegang cambuk yang terbuat dari kulit. Di sepanjang jalan para wanita romawi menyambut hangat lesatan cambuk ke tubuhnya, karena diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit dan mudah mendapat keturunan".
- Hubungan Valentine dengan perayaan di atas:
Valentine adalah nama seorang penganut Kristen yang dibunuh oleh Claudius pada tahun 296 M. melalui sebuah penyiksaan karena dia pindah agama dari seorang penganut Animis Romawi menjadi seorang Kristiani.
Setelah bangsa Romawi memeluk agama Kristen mereka tidak membuang tradisi Animis tersebut tetapi menggantinya dengan memperingati hari kematian Valentine sebagai tokoh penyebar cinta dan damai dan prosesi peringatannya dimodifikasi menjadi:
"Mereka membuat sebuah perkumpulan massa, lalu menulis nama-nama wanita yang telah memasuki umur nikah pada lembar kertas, lalu digulung. Kemudian dipanggil seorang pemuda untuk mengambil satu kertas dan membukanya. Nama wanita yang tertulis dikertas tersebut akan menjadi pasangannya selama setahun, andai setelah satu tahun hidup bersama tanpa nikah mereka merasa serasi mereka melanjutkannya dengan pernikahan. Andai tidak ada keserasian maka pada hari valentine tahun mendatang mereka berpisah".
Perayaan ini ditentang oleh para tokoh agama saat itu dan mereka mengeluarkan larangan memperingatinya karena dianggap merusak akhlak para pemuda dan pemudi.

Jumat, 03 Februari 2012

Apakah Alqur'an itu dan siapakah Muhammad itu???

Al-Quran adalah firman Allah sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk semua subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual-beli, hukum, dan lain-lain. Akan tetapi yang Paling utama adalah hubungan antara Allah dan makhluk Nya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berperi laku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.

Mushaf al-Quran diturunkan kepada Nabi Muham­mad SAW dalam bahasa Arab. Sehingga banyak terjemahan al-Quran, baik yang diterjemahkan ke daiam bahasa Inggris atau bahasa lain. Tidak ada al-Quran lain atau versi lain al-Quran selain al-Quran itu sendiri. Al-Quran tetap eksis hanya dalam bahasa Arab sejak diturunkan.

Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah, Jazirah Arab, tahun 570 M. Ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan sebentar kemudian ibunya juga meninggal. Akhirnya beliau diasuh pamannya, salah satu orang yang dihormati di suku Quraisy. Dia diasuh dalam keadaan buta huruf tidak dapat membaca atau menulis dan tetap dengan keadaan demikian sampai meninggal. Begitu beliau tumbuh dewasa, dia terkenal sebagai seorang yang jujur, terpercaya, dermawan, dan tulus hati. Karena dia orang yang dapat dipercaya, dia mendapat julukan al-Amin.

Nabi Muhammad SAW sangat tafakur dan dia sangat dibenci oleh masyarakat yang menyembah berhala sepanjang dekade. Pada waktu berumur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu itu berlangsung selama 23 tahun dan terkumpul dalam sebuah mushaf yang terkenal dengan nama al-Quran.

Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad SAW yang juga dijadikan sumber kedua. Akan tetapi, pernyataan ini tidak dijadikan susunan kata secara langsung dari Allah. Sesegera mungkin dia mulai menyampaikan al-Quran dan mengajarkan kebenaran yang telah Allah turunkan kepadanya, dia dan pengikutnya yang masih sedikit mendapat penyiksaan dari orang-orang kafir. Penganiayaan itu semakin berat sampai tahun 622 M, dimana Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah.

Hijrah ini dari kota Makkah ke kota Madinah, sekitar 400 kilometer ke arah utara. Peristiwa hijrah ini lantas dijadikan sebagai pedoman kalender Hijriah.

Setelah beberapa tahun, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sanggup untuk kembali ke Makkah di mana mereka memaafkan musuh-musuhnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh ke Jazirah Arab. Dan sampai berabad-abad sepeninggainya, Islam telah menyebar ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur sejauh Cina.

Di antara alasan-alasan mengapa Islam cepat berkembang dan menyebar karena Islam mengajarkan kebenaran dan perdamaian. Islam memiliki keyakinan, mengajarkan, dan merupakan agama tauhid, yaitu yang hanya menyembah satu tuhan, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang memiliki sifat jujur, adil, murah hati, selalu mengasihi, dan pemberani. Dia menghilangkan semua tindak kejahatan dan berusaha sejauh mungkin semata-mata demi agama Allah dan pahala-Nya di akhirat nanti. Semua urusan dan perbuatannya dia sandarkan pada Allah.

Tanjung Pasir Mencari Bakat


Mencintai Rasulullah

Beberapa Hadits tentang Mencintai Rasulullah saw
Diteliti oleh Hajj O Ahmet   


Rasulullah saw bersabda, "Orang-orang yang paling kucintai dari Ummat-ku adalah mereka yang akan datang setelah-ku, tapi setiap orang di antara mereka akan memiliki keinginan mendalam untuk sekedar melihatku sekejap, bahkan dengan mempertaruhkan keluarga dan hartanya. [Sahih Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra]   

Saat Ali ra melukiskan Nabi saw, ia berkata, “Beliau tidak terlalu tinggi tidak pula terlalu pendek, melainkan seorang laki-laki dengan tubuh sedang. Beliau tidak memiliki rambut yang terlalu keriting, tidak pula rambut lurus, tapi suatu campuran dari keduanya. Beliau tidak gemuk, beliau tidak memiliki wajah yang amat bulat, tapi agak bulat. Beliau berkulit putih kemerah-merahan, dan memiliki mata berwana hitam yang lebar, dan bulu mata yang panjang. Beliau memiliki sendi-sendi dan tulang belikat yang menonjol, beliau tidak memiliki banyak bulu tetapi memiliki sedikit bulu di dadanya. Sedangkan telapak tangan dan kakinya memiliki kulit yang tebal. Saat beliau berjalan, beliau menggerakkan kakinya seakan-akan beliau sedang berjalan menuruni suatu lereng; saat beliau berpaling, beliau akan memalingkan seluruh badannya. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan beliau adalah penutup para Nabi. Beliau memiliki dada yang lebih baik dari siapa pun, dan perkataannya lebih benar dari siapa pun lainnya, memiliki sifat yang paling halus dan berasal dari suku termulia. Mereka yang memandang beliau akan segera berdiri terkesima pada beliau dan mereka yang bersahabat dengan beliau mencintai beliau. Mereka yang mencoba melukiskan beliau mengatakan bahwa mereka tak pernah melihat orang seperti beliau sebelumnya maupun sesudahnya. [Misykat--Tirmidzi meriwayatkannya dari Ali bin Abu Thalib ra]   

"Rasulullah saw bersabda, 'Demi Dia yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah beriman seorang di antaramu hingga ia mencintaiku melebihi cintanya pada ayahnya dan pada anak-anaknya.'" [Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah ].Nabi saw bersabda, "Tak seorang pun di antara kalian memiliki iman sampai ia mencintaiku melebihi cintanya pada ayahnya, anak-anaknya, dan seluruh manusia." [Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Anas ].   

Nabi saw bersabda, "Barangsiapa memiliki ketiga sifat berikut ini akan merasakan manisnya (indahnya) iman:   
1. Ia yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apa pun;   
2. Ia yang mencintai seseorang dan orang itu mencintainya semata-mata demi Allah I;           
3. Ia yang benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilempar ke dalam api." [Sahih Bukhari, diriwayatkan dari Anas ]

"Ayahku meminta izin dari Nabi saw. (Saat izin diberikan dan ia mendekati beliau), ayahku mengangkat baju beliau, dan mulai mencium beliau dan memeluk beliau (karena cintanya pada beliau). Ia bertanya, 'Ya Rasulullah saw, hal apakah yang haram untuk menolaknya?' Beliau menjawab, 'Air.' Ia kembali bertanya, 'Ya Rasulullah , hal apakah yang haram untuk menolaknya?' Beliau menjawab, 'Garam'. Ia kembali bertanya, Ya Rasulullah , hal apakah yang haram untuk menolaknya?' Beliau bersabda, 'Berbuat kebaikan adalah lebih baik bagimu.'"[Riwayat Abu Dawud, dari Buhaysah al-Fazariyyah ]

Rasulullah saw bersabda padaku, "Anakku, jika engkau bisa melalui harimu dan malammu sambil menjaga kalbumu bersih dan suci dari kedengkian atas seseorang, kemudian beramal menurutnya (tujuan luhur ini)." Beliau kemudian bersabda, "Anakku, dan itulah Sunnah-ku dan siapa yang mencintai Sunnah-ku, sungguh ia telah mencintai-ku, dan siapa yang mencintai-ku, akan bersama-ku di Surga."   
[Misykat at Tirmidzi diriwayatkan dari Anas ibn Malik ]   

Seorang laki-laki berkata pada Nabi saw, "Demi Allah, ya Rasulullah saw, aku mencintaimu." Nabi bersabda, "Lihatlah, apa yang kau katakan?" Laki-laki itu berkata, "Demi Allah , aku mencintaimu", dan mengulangi kalimat ini tiga kali. Nabi bersabda, "Jika engkau benar-benar mencintaiku, maka bersiaplah untuk kemiskinan, karena kesusahan yang sangat berat berlari lebih cepat kepada orang yang mencintaiku lebih cepat daripada banjir yang mengalir ke tujuannya." [Misykat, diriwayatkan dari Abdullah ibn Mughaffal ]   

Rasulullah pernah suatu pagi tertahan dari melakukan shalat fajr (dalam jama'ah) bersama kami sampai matahari hampir muncul di cakrawala. Beliau kemudian datang dengan tergesa-gesa dan Iqamatus-shalat dilakukan, dan beliau melakukan shalat itu dengan singkat. Setelah beliau menyelesaikan shalatnya dengan mengucapkan As-Salamu 'alaykum wa Rahmatullah, beliau menyeru kepada kami dengan berkata, "Tetaplah di tempat kalian seperti saat ini." Kemudian beliau berpaling pada kami dan bersabda, "Aku akan mengatakan pada kalian apa yang telah menahanku dari kalian (maksudnya sehingga aku tidak mampu segera bergabung dengan kalian dalam shalat) di pagi ini. Aku bangun di malam hari dan berwudhu' dan melakukan shalat sebagaimana telah ditakdirkan bagi-ku. Aku mengantuk dalam shalat-ku sampai akhirnya aku terjatuh tidur dan lihatlah, aku menemukan diriku di Hadirat Tuhan-ku, Tabaraka wa Ta'ala, dalam rupa terbaik. Ia berkata padaku, "Muhammad saw!" Aku berkata, Labbaik (kupenuhi panggilan-Mu), wahai Tuhan-ku." Ia berkata, "Terhadap apa malaikat-malaikat tertinggi ini puas?" Aku menjawab, "Aku tidak tahu."   

Ia mengulanginya tiga kali. Beliau bersabda, "Kemudian aku melihat-Nya menaruh Telapak Tangan-Nya di antara tulang belikat sampai aku merasakan dinginnya Jari-jari-Nya di antara dua sisi dadaku. Kemudian segala sesuatunya menjadi terang bagiku dan aku dapat mengenali segalanya." Ia berkata, "Muhammad saw!" Aku berkata, "Labbaika, wahai Tuhanku." Ia berkata, ""Terhadap apa malaikat-malaikat tertinggi ini puas?" Aku menjawab, "Berkenaan dengan penebusan dosa." Ia berkata, "Apa saja itu?" Aku menjawab, "Berjalan kaki menuju shalat berjamaah, duduk di masjid setelah shalat, berwudhu' dengan sempurna sekalipun sulit." Ia berkata lagi, "Kemudian terhadap apa mereka puas?" Aku berkata, "Berkaitan dengan tingkatan-tingkatan." Ia berkata, "Dan apa saja itu?" Aku berkata, "Menyediakan makanan, berbicara lembut, melakukan shalat saat orang-orang sedang tertidur lelap." Ia kemudian berkata lagi pada-ku, "Mohonlah (pada Tuhanmu) dan berkatalah, 'Ya Allah , aku memohon pada-Mu (kekuatan) untuk melakukan kebajikan, dan meninggalkan keburukan, untuk mencintai fakir miskin, sehingga Engkau ampuni aku dan melimpahkan rahmat pada-ku, dan saat Kau ingin untuk menimpakan fitnah pada orang-orang, maka Kau wafatkan diriku tanpa cela, dan aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu dan cinta akan perbuatan yang membawaku mendekat pada cinta-Mu.'" Rasulullah bersabda, "Ini adalah kebenaran, maka pelajarilah dan ajarkanlah. [Misykat at-Tirmidzi, diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal ]   

Nabi saw bersabda, "Salah satu dari doa-doa Nabi Dawud as adalah, 'Allah swt, aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta mereka yang mencintai-Mu, dan perbuatan yang mendorongku menuju cinta-Mu. Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kusukai daripada jiwaku, daripada keluargaku, dan lebih kusukai daripada air dingin.'"   
[Misykat, diriwayatkan dari Abu-d Darda']   

Rasulullah bersabda, "Cintailah Allah atas kenikmatan yang telah Ia karuniakan padamu, dan cintailah aku karena cinta pada Allah, dan cintailah keluargaku karena cinta pada-ku."[Misykat—at-Tirmidzi, dari 'Abdullah ibn 'Abbas]

Nabi saw pernah suatu hari berwudhu' dan sahabat-sahabatnya mulai membasuhkan air bekas wudhu' beliau kepada diri mereka. Nabi bertanya pada mereka tentang apa yang menyebabkan mereka melakukannya, dan ketika mereka menjawab bahwa hal itu mereka lakukan karena kecintaan pada Allah dan utusan-Nya , beliau bersabda, "Jika seseorang senang untuk mencintai Allah dan utusan-Nya, atau untuk dicintai oleh Allah dan utusan-Nya , maka ia harus berkata benar saat ia menceritakan sesuatu, memenuhi amanahnya saat ia diberi amanah, dan menjadi tetangga yang baik."
[Misykat--diriwayatkan dari AbdurRahman bin Abu Qurad]   

Happy maulid